 
{"id":8589,"date":"2023-08-20T20:44:49","date_gmt":"2023-08-20T12:44:49","guid":{"rendered":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/?p=8589"},"modified":"2023-08-20T20:49:56","modified_gmt":"2023-08-20T12:49:56","slug":"logika-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/","title":{"rendered":"Logika Sejarah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center has-black-color has-vivid-cyan-blue-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph\"><strong>Mengupas Logika Sejarah : Penjelasan, Praktik Terbaik, Dan Contohnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Sejarah adalah cermin zaman yang merekam jejak peristiwa masa lampau. Namun untuk mengerti sejarah dengan benar, perlu pendekatan logis yang cermat. Logika sejarah merujuk pada kemampuan kita untuk menganalisis, menginterpretasikan, dan menilai peristiwa masa lalu dengan kritikal dan rasional. Artikel ini akan menjelaskan konsep logika sejarah, memberikan panduan praktik terbaik, serta menyajikan contoh-contoh sejarah yang valid secara logis dan sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Konsep Logika Sejarah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Logika sejarah melibatkan tiga aspek penting : kausalitas, bukti, dan konteks. Kausalitas menunjukkan hubungan sebab-akibat di balik peristiwa sejarah. Bukti adalah informasi yang mendukung klaim sejarah, sementara konteks merujuk pada pemahaman menyeluruh tentang kondisi sosial, politik, ekonomi, dan budaya pada masa tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Praktik Terbaik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Riset Mendalam: Menguasai fakta-fakta sejarah yang akurat melalui referensi yang terpercaya sangat penting. Sumber-sumber primer dan sekunder, seperti dokumen resmi, catatan mata-mata, dan surat-surat pribadi, adalah landasan penting. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A<span style=\"font-size: revert;color: initial\">nalisis Kriti<\/span>s:&nbsp;<span style=\"font-size: revert;color: initial\">Pertimbangkan berbagai sudut pandang dan interpretasi. Jangan terjebak pada satu narasi saja; bandingkan sumber-sumber berbeda untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\"> <span style=\"font-size: revert;color: initial\">Pahami Kausalitas<\/span>:&nbsp;<span style=\"font-size: revert;color: initial\">Identifikasi penyebab dan akibat dalam peristiwa sejarah. Pertimbangkan apakah suatu peristiwa merupakan hasil dari serangkaian faktor atau lebih kepada satu sebab tunggal.<\/span><span style=\"font-size: revert;color: initial\"><\/span> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> <p>Evaluasi Bukti<span style=\"font-size: revert;color: initial\">:\u00a0<\/span><span style=\"font-size: revert;color: initial\">Selidiki keaslian bukti dan periksa informasi tersebut dapat terpercaya. Hindari pengabaian terhadap bukti yang tidak sesuai dengan pandangan awal.<\/span><\/p> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><p>Pahami Konteks<span style=\"font-size: revert;color: initial\">:<\/span>\u00a0<span style=\"font-size: revert;color: initial\">Mengerti latar belakang sejarah, termasuk norma-norma sosial dan budaya pada saat itu, membantu menghindari penilaian anachronistic (memasukkan pandangan modern ke dalam konteks masa lalu).<\/span><\/p> <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Sejarah Valid<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Revolusi Industri: Perubahan ekonomi dan teknologi yang mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri pada abad ke-18 dan 19. Ini terpicu oleh penemuan mesin uap dan mengubah lanskap ekonomi dan sosial secara fundamental.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Perang Dunia II: Konflik global antara Sekutu dan Poros dari tahun 1939 hingga 1945. Terpicu oleh sejumlah faktor, termasuk ketegangan politik, perjanjian saling membantu, dan ekspansi wilayah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Sejarah Palsu<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Alien Membangun Piramida Mesir: Klaim tanpa bukti bahwa piramida-piramida Mesir pembangunan oleh makhluk asing. Ini tidak memiliki dasar sejarah yang sahih dan menjadi teori konspirasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Jin Membangun Candi-candi Di Indonesia: Sama juga, klaim tanpa bukti bahwa candi-candi di Indonesia pembangunan oleh jin. Ini tidak memiliki dasar sejarah yang sahih dan mendapat anggapan sebagai teori konspirasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Newton Menemukan Gravitasi Saat Jatuh Apel: Meskipun kisah ini terkenal, tidak ada bukti langsung bahwa Isaac Newton benar-benar menemukan hukum gravitasi dengan melihat apel jatuh. Ini lebih sebagai ilustrasi konsep untuk banyak orang biar lebih mudah mengerti.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam. Praktik terbaik dalam memahami konteks, menganalisis bukti, dan mengenali hubungan kausalitas membantu kita menghindari penyelewengan dalam memahami masa lalu dan menghargai kompleksitasnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">logika sejarah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\">UT Hong Kong &amp; Macau<\/a><strong>; Desain website oleh&nbsp;<\/strong><a href=\"https:\/\/hanjuang.id\/\">Cahaya Hanjuang<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam. Praktik terbaik dalam memahami konteks, menganalisis bukti, dan mengenali hubungan kausalitas membantu kita menghindari penyelewengan dalam memahami masa lalu dan menghargai kompleksitasnya.<\/p>\n","protected":false},"author":121,"featured_media":8598,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[67],"tags":[],"class_list":["post-8589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Logika Sejarah - UT Hong Kong &amp; Macau<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"logika sejarah. Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Logika Sejarah - UT Hong Kong &amp; Macau\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"logika sejarah. Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"UT Hong Kong &amp; Macau\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/Universitas-Terbuka-Hong-Kong-112743498359364\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-20T12:44:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-20T12:49:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1253\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Juminteen Juminteen\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ut_hkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ut_hkg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Juminteen Juminteen\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Juminteen Juminteen\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/person\/a602a3f9cb1af2194627041fd2fe302c\"},\"headline\":\"Logika Sejarah\",\"datePublished\":\"2023-08-20T12:44:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-20T12:49:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/\"},\"wordCount\":442,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/\",\"url\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/\",\"name\":\"Logika Sejarah - UT Hong Kong &amp; Macau\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1\",\"datePublished\":\"2023-08-20T12:44:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-20T12:49:56+00:00\",\"description\":\"logika sejarah. Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1\",\"width\":1880,\"height\":1253,\"caption\":\"logika sejarah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Logika Sejarah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/\",\"name\":\"UT Hong Kong &amp; Macau\",\"description\":\"Salam satu jiwa cahaya!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#organization\"},\"alternateName\":\"Universitas Terbuka Hong Kong & Macau\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#organization\",\"name\":\"Universitas Terbuka Hong Kong & Macau\",\"alternateName\":\"Salam satu jiwa cahaya!\",\"url\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/12\/cropped-logo512-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/12\/cropped-logo512-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Universitas Terbuka Hong Kong & Macau\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/web.facebook.com\/Universitas-Terbuka-Hong-Kong-112743498359364\",\"https:\/\/x.com\/ut_hkg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/person\/a602a3f9cb1af2194627041fd2fe302c\",\"name\":\"Juminteen Juminteen\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/peepso-2\/users\/121\/19aa37eb12-avatar-full.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/peepso-2\/users\/121\/19aa37eb12-avatar-full.jpg\",\"caption\":\"Juminteen Juminteen\"},\"url\":\"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/profile\/?juminteen-juminteen\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Logika Sejarah - UT Hong Kong &amp; Macau","description":"logika sejarah. Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Logika Sejarah - UT Hong Kong &amp; Macau","og_description":"logika sejarah. Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam.","og_url":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/","og_site_name":"UT Hong Kong &amp; Macau","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/Universitas-Terbuka-Hong-Kong-112743498359364","article_published_time":"2023-08-20T12:44:49+00:00","article_modified_time":"2023-08-20T12:49:56+00:00","og_image":[{"width":1880,"height":1253,"url":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Juminteen Juminteen","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ut_hkg","twitter_site":"@ut_hkg","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Juminteen Juminteen","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/"},"author":{"name":"Juminteen Juminteen","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/person\/a602a3f9cb1af2194627041fd2fe302c"},"headline":"Logika Sejarah","datePublished":"2023-08-20T12:44:49+00:00","dateModified":"2023-08-20T12:49:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/"},"wordCount":442,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1","articleSection":["Sejarah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/","url":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/","name":"Logika Sejarah - UT Hong Kong &amp; Macau","isPartOf":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1","datePublished":"2023-08-20T12:44:49+00:00","dateModified":"2023-08-20T12:49:56+00:00","description":"logika sejarah. Dengan menggunakan pendekatan logis, kita dapat memahami dan mengevaluasi sejarah dengan lebih mendalam.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1","width":1880,"height":1253,"caption":"logika sejarah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/logika-sejarah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Logika Sejarah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#website","url":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/","name":"UT Hong Kong &amp; Macau","description":"Salam satu jiwa cahaya!","publisher":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#organization"},"alternateName":"Universitas Terbuka Hong Kong & Macau","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#organization","name":"Universitas Terbuka Hong Kong & Macau","alternateName":"Salam satu jiwa cahaya!","url":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/12\/cropped-logo512-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/12\/cropped-logo512-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Universitas Terbuka Hong Kong & Macau"},"image":{"@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/Universitas-Terbuka-Hong-Kong-112743498359364","https:\/\/x.com\/ut_hkg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/person\/a602a3f9cb1af2194627041fd2fe302c","name":"Juminteen Juminteen","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/peepso-2\/users\/121\/19aa37eb12-avatar-full.jpg","contentUrl":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/peepso-2\/users\/121\/19aa37eb12-avatar-full.jpg","caption":"Juminteen Juminteen"},"url":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/profile\/?juminteen-juminteen\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/uthkg.com\/akademisi\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/08\/pexels-photo-6599609.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1","jetpack-related-posts":[],"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pesC3q-2ex","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/121"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8589"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8589\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uthkg.com\/akademisi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}